Tekan enter untuk melihat hasil dan esc untuk batal

Refleksi 2020: Tentang Perjalanan, Motivasi & Resolusi 2021

13 min read

Siapapun orangnya, dalam relung hatinya pasti semua yang direncanakan ingin selalu sesuai dan baik-baik saja. Dan ini yang saya jalani selama satu tahun ini, menyelesaikan perkulihan 8 semester dan merasakan 4 bulan produktif kerja di tahun ini yang sisanya banyakan liburan dan main selama pandemi.

Cerita awal saya mulai dengan domain saya seorang anak muda biasa. Bapak saya asli Jawa dan Ibu saya Sasak, penyuka pedas tapi tidak tahan pedas. Dulunya saya anak rumahan, tepatnya 3 tahun lalu kemudian ada banyak hal yang berubah dari saya mungkin karena dorongan dari luar dan dalam diri melalui pengalaman-pengalaman dari berteman, berjejaring dan berkuliah yang masyaallah kalau tanpa itu mungkin saat ini saya tidak bisa menuliskan sekelumit cerita tentang perjalankan kecil ini menikmati awal tahun 2020 dengan penuh keantusiasan.

Semua cerita ini berusaha saya sampaikan seapa-adanya mungkin, berusaha untuk lebih rilek dalam menulis semata-mata agar saya pribadi dapat menuliskan semua yang ada dalam ingatan saya lengkap dengan emosionalnya. Maka berikut cerita pengalaman, motivasi dan resolusi saya selama berpindah dari tahun 2020 ke 2021. 

Membangun Panggung Sendiri

Menjadi Fasilitator dalam Kegiatan Pelatihan & Mentoring Kewirausahaan Teknologi Lintas Prodi

Tahun 2020, tahun yang memberikan saya banyak kesempatan untuk berevolusi. Dari seseorang yang tidak biasa bicara didepan layar menjadi sedikit demi sedikit mulai membiasakan diri untuk berani mengambil panggung. Mulai dari dipercaya menjadi Asisten Dosen, Fasilitator hingga Narasumber diseminar & workshop dan awal karir saya saya rasa dimulai dari mengambil banyak kesempatan ini.

Lades: Mendorong Peningkatan Akses Pasar Pada UMKM Go Digital

Bincang Gemilang: Meretas Jalan Menuju Industrialisasi & Digitalisasi Di Era Pandemi

Dokumentasi Pelatihan & Mentoring Kewirtek Lintas Prodi Berbasis Startup

Catatan & Motivasi:
Siap atau tidak. Nyatanya kita harus berani mengambil kesempatan untuk berubah dan beradaptasi dengan perubahan itu sendiri. Hidup dengan penuh kekhawatiran dan pesimisme hanya membuat kita tumbuh dalam ketakutan dan keterbatasan. Saat saya bisa duduk bersama orang-orang yang kompetensi dan levelnya sudah jauh melebihi saya, selain memberi dampak terhadap cara berpikir saya, juga memberi pengaruh besar dalam pertumbuhan mental saya. Saya bisa akui, saya tidak pernah seberani saat ini bila tidak mencoba banyak kesempatan yang ada.

Terwujudnya Komunitas Inkubator Bisnis

Diantara titik perjalanan yang saya lewati, saat menemui titik yang diluar ekspetasi saya pada tahun ini. Terwujudnya komunitas yang saya rintis sejak dua tahun lalu tepatnya 2018: Sanggar IT Lombok yang kini menjadi Inkubator Bisnis. Diantara unit-unit bisnis yang ditelurkan:

  1. CV. Agromina Nusra – (Saya Direktur)
  2. CV. Karye Kanak Desa – (Saya Commanditer)
  3. CV. Mediatech Lombok Solution (Saya Commanditer)

Ketiga perusahaan rintisan ini tidak hanya menjadi tempat mencari uang, melainkan menjadi tempat perlindungan teman-teman komunitas yang membutuhkan kekuatan hukum untuk melindungi produk-produknya. Harapan besar ini pertama saya niatkan sejak saya mengikuti kegiatan Kemenpora 2018 lalu tentang kepemudaan, disaat itu saya tidak berpikir menjadikan komunitas ini lahan bisnis melainkan pencetak perusahaan bisnis. Menjadi seorang pembisnis saya rasa banyak jalannya dan pikiran saya tiba saat saya berpikir bahwa komunitas saya juga akan besar bila ada financial support nya.

Bersama Tim CV. Karya Kanak Dese di Panggung Universitas Hamzanwadi

Hingga ini terwujud, ketiga perusahaan tersebut terbukti dapat menghasilkan produk dengan nilai jual serta membangun assets digital yang cukup menjadi porfolio bahwa anak lokal bisa mandiri dan besar dengan perusahaan-perusahaan teknologi yang dirintis.

Catatan:

Menjalankan apapun selalu dimulai dari nawaitu, dengan niat yang benar dan dengan cara yang benar. Sejujurnya, saya tidak pernah begitu obsesif memiliki 3 perusahaan rintisan, bahkan seringkalinya tidak menjadi target utama dan nyatanya benar, semesta akan mendukung niat baik kita, hanya dengan “bermimpilih”

Membangun Aset Sosial & Bisnis

Siapa yang tidak ingin, anak muda yang masa mudanya sudah memiliki aset bernilai untuk masa tuanya. Selain dari aset yang kita pahami secara umumnya yang bernilai rupiah; juga aset yang akan membantu mudahkan kehidupan kita dengan manfaatnya yaitu aset sosial.

Ensiklopedia Sasak menjadi salah satu aset sosial dibidang Budaya.

Dari tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 ini menjadi turn point dalam lembar baru perjalanan saya dalam mencari jati diri untuk belajar menjadi seorang pemimpin. Modal besar saya untuk melanjutkan misi besar saya, menjadi orang yang bisa memberi pengaruh baik untuk generasi setelah saya. Ditahun ini selain menjadi Founder & Direktur, saya mengemban amanat baru menjadi Ketua organisasi yang bergerak dalam bidang Teknologi skala kecamatan. Organisasi ini kami beri nama SEGARIS (Semeton Generasi Teknologi & Inovasi), organisasi yang memberi harapan besar untuk saya dapat merangkul lebih jauh banyak lagi anak muda yang underprivileged.

Segala kesempatan, experiences, networking, pengetahuan, kepercayaan diri hingga membangun good personal branding menjadi modal sosial saya untuk kedepannya. Tidak ada harga untuk semua perjuangan ini, terlebih bila ingat semua prosesnya yang tidak mudah.

Seiring terbangunnya aset/modal sosial. Tercipta juga peluang-peluang dan potensi baru dalam membangun aset bisnis yang masyaallah ternyata menjadi istimewa. Aset bisnis dengan memiliki produk digital yang reusble dan profitable, program aplikasi yang saya kembangkan dan tim yang dapat kapan saja di monetize karena sudah terbukti keberhasilannya. Kemudian, saham bisnis yang mulai saya garap dari Konten Video, investasi kecil-kecilan dalam dunia pengiklanan hingga produk bisnis berupa service dan pelayanan didunia digital pada tahun ini membuat saya harus kembali banyak-banyak bersyukur.

Catatan & Motivasi:

Pada dasarnya sejak muda kita ingin bercita-cita jadi orang sukses, paradigma orang sukses itu adalah orang kaya, ya pastinya kaya harta. Sudah banyak yang berhasil menjadi orang yang sukses dalam paradigma itu ketika muda, namun merasakan buruknya derita saat ia tidak lagi kaya karena secara dasar ia kaya dengan aset bisnis namun tidak dengan aset sosial.

Hidup ini memang sepenuhnya semu, hingga saya memimpikannya.

Kaya dengan aset sosial memberi kepuasan, kemudahan dan kekuatan untuk kita survive dengan situasi hidup yang sepenuhnya kita anggap cukup/tidak merasa kekurangan. Modal sosial juga membawa aset bisnis dengan sendirinya dan biasanya seseorang yang memperkaya aset sosialnya terlebih dahulu akan lebih betah (longlast) menikmati kekayaan aset bisnisnya.

Kuliah & Wisuda Dengan Biaya Sendiri

Keinginan setiap anak, alhamdulillah berkat semuanya: orang tua, keluarga, dosen, guru, sahabat hingga teman-teman seperjuangan yang mendampingi saya bisa menuntaskan tugas kemahasiswaan saya dengan predikat Cumlaude menjadi sarjana jurusan Teknik Informatika.

Saya yakin keinginan kita sama, ingin kuliah tanpa perlu minta biaya daftar, bulanan hingga jajan ke orang tua dan berkat Maha Suci Allah SWT, saya mampu mewujudkan apa yang anak sebaya saya banyak inginkan: Mandiri.

Awal mula kuliah & kejahilan saya mengedit sebagian photo teman-teman

Mandiri dalam menyelesaikan urusan keuangan perkuliahan saya, berkat beasiswa yang saya dapat saya tidak lagi direpotkan dengan biaya daftar, SPP dan biaya jajan dan bensin saya penuhi dengan kerja serabutan dan freelancer diperusahaan-perusahaan. For information, saya sudah bekerja sejak SMK sebagai seorang programmer lepas dan saya semester awal saya sudah dapat merasakan gaji tetap dengan menjadi seorang programmer kontrak. Semua itu saya anggap sebagai privilege (kemolahan) yang wajib saya syukuri dan bagikan.

Berkat pandemi juga saya bisa lebih banyak habiskan waktu untuk belajar hal-hal baru, memulai aktivitas kemahasiswaan dan perkuliahan dengan “kebiasaan” baru: Work From Home. Saya bisa lebih banyak waktu untuk sendiri sehingga timbul kebiasaan-kebiasaan baru seperti membaca, riset dan menulis. Hal-hal pada umumnya kurang saya geluti, meski saya bukan seorang gammer namun nyatanya saya jarang menulis dan tahun 2020 ini melatih saya untuk terbiasa dengan rutinitas baru, dan ternyata itu semua sangat menyenangkan setelah saya coba.

Blog ini bentuk dari keseriusan saya dalam membiasakan budaya menulis.

https://medium.com/@harrysunaryo03

Dalam waktu dekat, saya sangat termotivasi untuk memiliki buku karya sendiri. Saya hanya doa teman-teman semua untuk dapat saya mewujudkannya.

Hingga tiba di penghujung perjalanan menyelesaikan pendidikan Strata 1, bukti toga dikanan ini sebagai arti bahwa perjuangan 4 tahun seorang mahasiswa Teknik Informatika di Strata 1 sudah saya lalui. Walau meski, seribu sayang tanpa kehadiran orang tua dan keluarga tercinta karena adanya larangan untuk membawa orang tua sebagai salah satu imbauan mengurangi penyebaran Corona.

Proses wisuda dan sejarah tlah mencatatnya.

Catatan & Motivasi

Asal mau berusaha, akan ada saja pintu terbuka dengan sendirinya. Meski tidak berpikir bisa berada diposisi deretan wisudawan & wisudawati Cumlaude namun ternyata saya diperkenankan berada menjadi bagian disana. Saya bahagia. Pak Buk, ini tak lain untukmu sebagai bukti aku bisa jadi anak yang membanggakan, kelak kau harus secara langsung datang ke wisuda kedua dan ketigaku dan kita photo bersama.

Poto bersama kawan-kawan hebat seperjuangan pasca acara Wisuda 2020.

Pemberian gelar ini tidak hanya sebagai keterangan spesifikasi keilmuan atau pelengkap nama. Melainkan sebuah tanggung jawab nyata yang sudah ditanggung dan siap dijawab. Memfungsikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki untuk kepentingan orang banyak: masyarakat & ummat. Aamiin Yaa Rabbil Alamin.

Menghasilkan & Melunasi Hutang Orang Tua

Hal yang tabu rasanya bila kita membicarakan tentang hutang-piutang, namun terlalu naif juga jadinya bila arah yang kita bicarakan hanya pada kalimat yang menjatuhkan. Saya pribadi tidak merasa aib lagi ada orang yang mengetahui bahwa orang tua saya berhutang — punya hutang. Sebab saya tahu, hutang-hutang tersebut hanya untuk memastikan saya dan adik-adik saya tetap bisa makan dan tidur pulas karena paginya harus belajar.

Makhluk yang semua urusannya adalah prioritasmu. No debate.

Kita cendrung membenci bila kita tahu bahwa orang kita memiliki hutang namun kita tidak memberikan solusi alternatif agar mereka tidak berhutang.

Itu pelajaran yang pelajari dari saat itu, saya akhirnya mengerti kondisi perekonomian keluarga saya yang sesungguhnya, saya bisa merasakan apa yang setidaknya seorang anak harus siap rasakan sebelum memiliki keluarga sendiri dan itu mudah! Kita cendrung menyalahkan orang tua dengan yang dilakukannya dan itu hanya menambah beban dan stressnya saja. Kita tidak bekerja, adik-adik kita masih sekolah dan ayah ibu kita tidak memiliki pekerjaan tetap. Apa ada jalan keluar lain untuk menyambung hidup selain berhutang?

Maaf saya jadi curhat, setiap kali membahas seperti ini dengan teman-teman saya kebawa emosi dan perasaan peran bila menjadi seorang orang tua.

Disedikit waktu yang saya miliki dan diusianya orang tua yang tidak muda lagi. Saya ucapkan permintaan maaf karena sempat menyalahkan orang tua saya dengan hal-hal tersebut yang dilakukannya, saya khilaf mungkin karena pemikiran saya tidak sampai dan belum matang tentang kekeluargaan.

Dan sebagai bentuk rasa maaf yang sungguh, terniatkan untuk saya dapat menyelesaikan semua beban-bebannya karena saya dan untuk kesekian kalinya Allah menunjukkan jalanNya kepada saya. Dipenghujung tahun ini, 2020 tahun yang tidak luput dari perjuangan dan pendewasaan. Saya mampu melunasi hutang-hutangmu Ayah & Ibu.

Dengan hasil kerja keras yang dapat disisihkan diluar keperluan pribadi. Alhamdulillah dapat menyelesaikan urusan-urusan itu. Insyaallah, dari sejak ini kita bisa lebih tenang beraktivitas, lebih lega dalam bergaul di masyarakat. Tidak lagi ada beban mendalam dengan hutang-piutang. Intinya, kebahagian kalian (orang tua) adalah prioritas.

Catatan & Motivasi

Kebahagiaan terbesar orang tua adalah hidup bahagia bersama anaknya dan sakitnya orang tua saat melihat derita anaknya. Tidak ada orang tua yang tega melihat anaknya disakiti bahkan itu pula bisa lebih menyakitinya. Maka jangan berburuk sangka kepada orang tua, dengan dalih apapun maksudmu. Hormati mereka dan beri yang terbaik bisa kita lakukan, kelak semua pintu kesuksesan akan terbuka dengan sendirinya dan ingat saat kita membahagiakan satu diantara mereka, saat mereka tersenyum, Allah juga tersenyum kepada kita.

Soal Asmara & Kelanjutannya

Untuk perempuan yang saat ini dalam keyakinan, yang memang membuat saya berpikir bahwa hidup dengan saling mendampingi itu sangat menyenangkan — lebih lagi dia yang bisa mengerti dan menerima keberadaan dengan baik. Tidak banyak saya utarakan dalam tulisan ini, sebab hampir semua tempat diutara pernah kita kunjungi selain Lombok Utara. Hahaa

Kita sudah berdoa bersama untuk tahun ini sebagai permintaan ke yang Maha Kuasa untuk langkah kita yang selanjutnya, yang intinya tak lain lagi. Semua esensi dari permintaan ada dalam satu kalimat ini:

Aku ingin mencintaimu dengan cara yang halal.

Penulis dengan bendahara umum yang cerewet kalau tabungan berkurang.

Semoga terwujud as soon as possible ya, karena siapa lagi yang akan perbaiki jas dan dasiku bila bukan kamu.

Resolusi 2021 dan Akhir Cerita 2020

Perubahan senantiasa terjadi dan pergantian adalah peristiwa yang menyambungkan setiap adegan-adegan sebagai keniscayaan. Tidak elok bila setiap pergantian tidak ada bekas yang ditinggalkan: pelajaran ataupun cara berpikir yang lebih baik.

Tahun 2020 ini tahun yang memiliki warna sendiri dari 21 tahun yang pernah saya lalui, warnanya “jingga” karena penuh dengan kejutan dan keunikan. Banyak nyawa yang tlah gugur ditahun ini, namun bagi yang masih diberi kesempatan hidup untuk melihat pergantian detik menuju tahun 2021 maka ingatlah tahun 2020 sebagai bekal sebaik-baik bekal untuk menjadi insan manusia yang lebih baik. Lebih baik sesuai versi masing-masing asal tidak merugikan orang lain.

Resolusi saya untuk 2021 dalam satu kata kunci: Efisien.

  1. Efisien dalam bertindak
  2. Efisien dalam membuat keputusan
  3. Efisien dalam menyanggupi
  4. Efisien dalam mengatur pengeluaran
  5. Efisien dalam mengatur istirahat dan kerja
  6. Efisien dalam bergaul
  7. Efisien dalam berbicara
  8. Efisien dalam menjala pola makan

Semua rencana tahun ini pun didasari dengan Efisien. Efisiensi dalam merencakan semua hal, tidak berlebihan dan tidak terburu-buru. Insyaallah bila rezeki, asal kamu sudah bermimpi maka semesta akan mendukungmu.

Selamat memulai lembar baru.

Harry Sunaryo

An IT Enthusiast. Founder Sanggar IT Lombok & Agromina.id. System Analyst. Android Programmer. IT Consultant. Writer on Lombokit.com.

Yunita Alfiana Aziza

Public Relation. Women Equality Advocate. Founder & CEO YAA Production. Writer on blog.lombokit.com

http://blog.lombokit.com

id_IDBahasa Indonesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap