Tekan enter untuk melihat hasil dan esc untuk batal

Perspektif ITC: Software Development, apa yang di cari?

4 min read

Saya awali terimakasih karena masih di percaya menjadi bagian dari event bergengsi dari Fakultas Teknik Hamzanwadi yaitu ITC (Information Technology Competition) yang di adakan setahun sekali. ITC kali ini yang ketiga kalinya di adakan oleh FT Hamzanwadi, dengan tujuan men-support kreatifitas dan kemampuan mahasiswa dengan mengadakan kompetisi berbasis IT sekaligus media promosi kampus untuk menarik calon mahasiswa dan mahasiswi baru FT.

Pada tahun sebelumnya, ITC di adakan dengan cukup meriah. Saya pun di libatkan sebagai koordinator di bagian salah satu bidang lomba yaitu: Pengembangan Aplikasi. Salah satu yang kita dorong saat itu agar peserta dapat menghasilkan karya-karya berupa program dan aplikasi yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan nyata di sekitarnya.

Berangkat dari pengalaman satu tahun lalu, dimana ITC saat itu di adakan dalam 2 tingkat di tahun yang sama: Internal kampus dan Provinsi memberikan saya setidaknya ‘refleksi’ bahwa mestinya harus ada yang di benahi dari bidang lomba yang satu ini. Beberapa poinnya sebagai berikut:

  1. Fundamental: Basic is Everything
    Masalah ini saya jadikan bagian yang cukup serius dan harus di perhatikan. Di saat teknologi tumbuh eksponensial dan ketersediaan alat untuk pengembangan aplikasi sangat masif. Hal-hal paling mendasar dalam programming perlahan akan terkaburkan dengan kemanjaan dan instanitas yang di tawarkan dari perkembangan teknologi. Maka, saat-saat seperti itu juga kita mesti hati-hati dan mempersiapkan diri dengan bekal kemampuan yang sebetulnya menjadi modal awal dalam Software Development yaitu problem-solving skill, computational-thinking, analytical skill dsb yang lebih mengarah kepada softskill yang tidak berpatok pada perkembangan teknologi yang ada.
  2. Tidak tepat sasaran
    Saat kami menyetujui tema dari lomba Pengembangan Aplikasi yaitu “Innovation Of Technology For Solve Real Problems”, keinginan kami bersama untuk dapat mendorong di hasilkannya karya nyata dari teman-teman muda dalam sebuah program aplikasi dan dapat di gunakan. Namun, tidak fair jadinya bila spesifikasi yang sama kita berikan pada grade seperti pelajar SMA/SMK di banding mahasiswa yang setidaknya sudah di bekali kemampuan mendasar (Teori & Praktik) programming dari kampus. Kita juga tidak tutup mata, bahwa masih banyak mahasiswa/i yang masih gagap dengan programming sehingga secara perlahan kita cermati bahwa seumuran pelajar: siswa dan mahasiswa mesti di arahkan ke arah pemantapan dasar sebelum ia masuk ke bagian teknis programming yang sangat mudah ia dapatkan dari buku dan internet. Meskipun terdapat sasaran yang masuk kriteria dalam lomba ini namun tidak mewakilkan kegiatan ITC untuk dapat meng-cover sebagian besar kemampuan dan kreatifitas pelajar.
  3. Minat lemah
    Salah satu dampak dari poin di atas adalah minat calon peserta yang lemah. Dari nama bidang lomba + tema yang di angkat secara tidak sadar membebani psikologi calon peserta dengan istilah yang cukup berat saya kira. Apakah buat aplikasi segampang itu? Terlebih di beri jatah waktu yang luar biasa mepet. Akhirnya, ada keraguan hingga minder untuk masuk ke dalam lomba ini.
  4. dsb ..

Ada banyak poin yang dapat di jadikan landasan kenapa konsep lomba bidang PA seperti masalah geografis dan pemerataan teknologi.

Nah, pada ITC III ini saya ingin mengusulkan konsep baru yang sebenarnya sama dengan konsep Olimpiade Komputer dengan tujuan tidak hanya mendorong minat para pelajar untuk masuk ke dunia programming tapi juga merangsang kemampuan softskill mereka sebagai modal dasar dalam dunia programming dan yang lainnya.

Lalu seperti apa OLKOM itu?
Olimpiade Komputer adalah sejenis ajang kompetisi untuk melatih kemampuan pelajar dalam menyelesaikan soal sains dan matematik menggunakan komputer. Selebihnya bisa di cari tentang Olimpiade Komputer.

Jadi, pada perlombaan nanti. Setiap peserta (individu) di berikan soal yang mesti di selesaikan dalam waktu yang sudah di tentukan dengan perhitungan poin per soal. Biasanya ada 2 pengerjaan: penyelesaian masalah di lembar soal dan pengerjaan berupa program dalam komputer. Untuk bank soal OLKOM dapat di buka https://osn.toki.id/arsip/

Adapun kriteria penjurian sudah cukup jelas:
1. Poin 1 (Jawaban Soal)
2. Poin 2 (Jawaban Komputer)

TINGKAT
Untuk tingkatan lomba sebaiknya di buat terpisah antara tingkat SLTA dan Perguruan Tinggi.

HADIAH
Perguruan Tinggi:
1: 3jt , 2: 2jt, 3: 1jt

SLTA
1: 2jt, 2: 1.2jt, 3: 800rb

KETENTUAN LOMBA:
1. Peserta individu
2. Terdapat 3 tahap seleksi hingga mendapat juara. (masih di pertimbangkan)
3. Peserta harus dari pelajar (membawa bukti Kartu Pelajar)
4. Tidak dapat di wakilan
5. Harus mematuhi segala aturan dan ketentuan lomba nantinya

PELENGKAP:
Adapun periferal lainnya yang di butuhkan sebagai pelengkap lomba:
1. Flashdisk Card (Merchandise)
2. ID Card Peserta
3. Lembar soal
4. Polpen
5. Kaos peserta
6. Proyektor

Kesimpulan
Saya pribadi optimis dengan konsep bidang lomba ini yang lebih mampu memenuhi sasaran dalam mendorong teman-teman muda untuk masuk ke dalam bidang Software Development dan juga hal-hal yang mesti di perhatikan, bahwa kerjasama dari rekan-rekan panitia dan pengurus ITC dapat memaksimalkan jangkauan informasi lomba ini untuk dapat lebih luas menarik minat-minat para pelajar. Terimakasih. Sukses untuk ITC III.

Silahkan di tanggapi.

Harry Sunaryo

An IT Enthusiast. Founder Sanggar IT Lombok & Agromina.id. System Analyst. Android Programmer. IT Consultant. Writer on Lombokit.com.

Yunita Alfiana Aziza

Public Relation. Women Equality Advocate. Founder & CEO YAA Production. Writer on blog.lombokit.com

http://blog.lombokit.com

id_IDBahasa Indonesia
Share via
Copy link
Powered by Social Snap